Jumat, 07 Januari 2011

Membentuk Karakter

Setiap orang memiliki nilai dasariah, yakni nilai kehidupan (living values). Nilai kehidupan itulah yang membuat setiap orang (individu) mampu bertahan hidup dan bertumbuh menjadi dewasa. Bahkan dalam diri hewan sekalipun, nilai kehidupan itu telah ditanam oleh Sang Pencipta berupa naluri kehidupan. Kita dapat menyaksikan bagaimana setiap anak burung, didorong oleh naluri kehidupan yang ada di dalam dirinya, saling berbagi satu dengan yang lain. Demikian mereka bisa bertumbuh, kuat dan menjadi dewasa…
Dengan membawa nilai-nilai kehidupan setiap orang, pada dasarnya sangat jujur… mempunyai rasa keadilan… penuh kasih sayang, yang ditanam oleh Sang Pencipta di dalam kodrat setiap orang. Setiap orang dilengkapi oleh potensi bawaan (untuk berpikir, merasa & mampu berprilaku) baik. Namun bagaimana seseorang dapat mengembangkan watak suka berbohong dan perilaku-perilaku negatif (seperti suka marah, mengamuk, keras kepala, suka mengejek dan memukul …?). Apakah ini karakter bawaan?

Upaya penanaman nilai, yang terus-menerus tanpa henti-henti dalam kebersamaan … pelan-pelan akan berhasil tertanam makin lama makin dalam, membentuk sifat, kebiasaan dan karakter. Diibaratkan seseorang menancapkan paku ke dalam tembok dengan memukulkan palu kepadanya sedikit demi sedikit, dan setelah tertancap ke dalam tembok paku tersebut menjadi sulit dicabut. Begitulah cara membentuk karakter seseorang, harus melatihkan perilaku positip sedikit demi sedikit tapi terus menerus (kontinu) yang akan menjadi kebiasaan orang tersebut.

Etika hanya dapat ditumbuhkan dari dalam diri seseorang melalui pengalaman langsung (baik di rumah, di sekolah, di masyarakat). Hingga seseorang memiliki kepekaan (etika) misalnya cara minta sesuatu, selalu dengan mengatakan minta tolong…Membuang sampah, selalu pada tempat sampah dsb.

Rekaman bawah sadar seseorang yang telah berbuat negatif, menyebabkan orang tersebut akan gelisah, tidak bisa konsentrasi dan tidak bisa berpikir alternatif. Makanya seseorang yang sering ditegur karena berbuat kesalahan, menjadi bingung dan pelupa. Orang yang lagi emosi tidak bisa berpikir jernih… dan menjadi tidak perduli lagi dengan dirinya sendiri sekalipun.

Karakter dapat dikembangkan dan bukan bawaan lahir. Dengan konsisten melakukan pembiasaan berperilaku baik dan berbasis nilai-nilai kehidupan, maka karakter seseorang dapat dibentuk. Suasana yang sangat mendukung terbentuknya karakter positip jika tercipta suasana yang positip pula (penuh perhatian, penghargaan, aman).  Namun suasana yang kontraproduktif (mempermalukan, menakutkan, mengancan, menghukum) akan menciptakan terbentuknya karakter yang negatip pula.

4 komentar:

  1. altikel ini sangat penting sekali bagi pembaca yag bingung dalam membentuk karakternya, dengan membaca artikel ini mungking pembaca bisa merubah cara membentuk karakteristik yang salah menjadi benar. karena tidak semua orang memiliki cara yang sama dalam membentuk karakter, ada yang karakternya cenderung bersifat negatif dan ada pula yang bersifat positif.

    BalasHapus
  2. Saya setuju memang pembentukan karakter seseorang bisa dikembangkan dan bukan bawaan lahir. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan yang baik. Dan jelas hal utama untuk membentuk karakter adalah dari sisi religinya. Selain itu pula pembentukan karakter juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Pembentukan karakter individu akan sangat berpengaruh pada pembentukan karakter bangsa dan hal ini bisa menjadikan suatu budaya. Sebagai contoh, di Jepang saat terjadi tsunami penduduknya tetap antri saat pengambilan bantuan. Dan ketika ditanya mereka menjawab bahwa hal ini merupakan karakter bangsa kami. Saya rasa pembentukan karakter sangat dipengaruhi pendidikan

    BalasHapus
  3. Karakter memang bukan bawaan lahir. Ianya adalah sesuatu yang berproses dan dapat berkembang seiring dengan pertumbuhan usia pelakuya. Pembentukan karakter itu sendiri akan sangat terlihat ketika manusia memasuki tahap remaja awal dimana fase ini adalah tahapan pencarian jati diri bagi setiap orang. Harus lebih hati-hati bagi orang tua maupun guru untuk memberikan lingkungan yang baik dan positif di sekitar anak yang sedang menginjak tahapan ini.Karena lingkungan sekitar jelas akan sangat mempengaruhi karakternya. Lingkungan yang buruk akan membuatnya buruk juga, misal sang anak lahir di keluarga broken home,dan orangtuanya sering bertengkar, maka secara tidak langsung anak terpengaruh untuk menjadi orang yang mudah marah. Jika dia tinggal di keluarga yang harmonis maka sang anak akan menjadi ramah pada orang lain. Begitulah kira-kira.

    BalasHapus
  4. Setahu saya, karakter seseorang dipengaruhi oleh oleh 3 hal, yaitu Genetis, Psikis dan juga lingkungan. Karakter secara tidak langsung terbentuk dari sejak kita lahir hingga saat ini. dan kita tak pernah menyadari proses pembentukannya. ini artinya untuk membentuk karakter tidaklah mudah. tidak cukup hanya dengan slogan Growing with Character. lebih dari itu, kita butuh tauladan yang baik dan juga lingkungan yang mendukung untuk membentuk karakter baik. karena kita tidak mengkin mengubah faktor genetis. kita bisa merubah karakter melalui psikis, yang sebenarnya itu mengacu pada pribadi masing - masing. Dan sangat dibutuhkan kesadaran pribadi untuk merubah faktor psikis ini. jalan yang terakhir adalah mengkondisikan lingkungan disekitar kita untuk mengarahkan kita kepada karakter yang baik. Dan untuk ini dibutuhkan sinergi dari semua lini disemua instansi.

    BalasHapus