Minggu, 12 Juni 2011

Nyontek Massal, Potret Buram Pendidikan Karakter

Berkowitz (2002) mengatakan bahwa karakter adalah karakteristik pribadi yang membimbing seseorang untuk melakukan hal yang benar dalam suatu situasi yang memberikan kesempatan untuk tidak melakukan hal yang benar. Ryan dan Bohlin (1999) medefinisikan karakter yang baik seperti mengetahui kebaikan, mencintai kebaikan, dan melakukan kebaikan. Wiley (1998) berpendapat bahwa karakter adalah suatu dorongan dari dalam yang dapat dipercaya untuk bertindak dengan moral yang baik, mempunyai kualitas seperti kejujuran dan integritas.

Rabu, 01 Juni 2011

Guru Model Karakter dalam Pembelajaran

Banyak ungkapan menggambarkan pentingnya peran guru dalam pembentukan karakter dari anak didiknya. Satu ungkapan dari Tokoh Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara yang sudah sangat kita kenal yaitu:”Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani”, yang berarti” Di depan sebagai teladan, di tengah sebagai pemrakarsa, di belakang sebagai pendorong” dapat dipakai sebagai acuan bagaimana seharusnya seorang guru berperan di depan anak didiknya. Dalam filosofi Jawa, istilah “Guru” diterjemahkan sebagai”Digugu lan ditiru” yang berarti”Dipatuhi dan dicontoh”. Dalam bahasa Indonesia, ada pepatah “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, yang menggambarkan bagaimana perbutan buruk guru akan berdampak lebih buruk pada murid-muridnya.

Sabtu, 19 Maret 2011

Pendidikan Karakter Bangsa

Tingkat peradaban suatu bangsa ditentukan oleh keluhuran budaya yang dimiliki oleh bangsa tersebut. Perbedaan mendasar antara bangsa beradab dan bangsa terbelakang (primitif) adalah terletak pada budaya bangsa tersebut. Budaya luhur bangsa berpengaruh dominan terhadap pembentukan karakter bangsa sehingga perilaku masyarakat akan diwarnai oleh budaya luhur yang dimiliki oleh bangsa tersebut, karena karakter (watak/akhlak/moral) akan tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Keterkaitan antara budaya luhur dengan karakter bangsa

Sabtu, 19 Februari 2011

Kecerdasan Individu

Oleh: Rudy Kustijono
Perkembangan ilmu psikologi saat ini meyakini bahwa kecerdasan yang dimiliki individu tidak tunggal. Saat ini berkembang konsep kecerdasan majemuk atau lebih dikenal dengan multiple inteligence. Konsep ini menjelaskan bahwa kecerdasan yang dimiliki oleh manusia pada dasarnya terdiri atas sejumlah ranah, dan tidak hanya kecerdasan intelektual (IQ). 
Menurut pandangan multiple intelligence, Intelligene Quotien (IQ) bukan satu-satunya hal yang menentukan (penentu) keberhasilan seseorang. Howard Gamer seperti dikutip oleh Zainuddin dkk (2009) memisahkan kecerdasan ke dalam tujuh ranah, yaitu:
 

Selasa, 08 Februari 2011

Hard Skills dan Soft Skills

Oleh: Rudy Kustijono
Abad XXI dikenal dengan abad pengetahuan. Para peramal masa depan (futurist) mengatakan sebagai abad pengetahuan karena pengetahuan akan menjadi landasan utama segala aspek kehidupan (Trilling dan Hood, 1999). Ia mengemukakan bahwa perhatian utama pendidikan di abad XXI adalah untuk mempersiapkan hidup dan kerja bagi masyarakat. Dalam rangka mewujudkan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa, kemendiknas mempunyai visi 2025 untuk menghasilkan Insan Indonesia Cerdas Komprehensif dan Kompetitif (Insan Kamil/Insan Paripurna). 

Rabu, 26 Januari 2011

Menghadapi Remaja

Banyak orang tua/guru yang mengeluh karena kesulitan dalam menghadapi para remaja. Hal tersebut terjadi karena orang tua/guru kurang memahami karakteristik remaja (dibahasa pada edisi lalu) secara mendalam sehingga menghadapi kendala ketika berinteraksi dengan mereka. Bagaimanapun renaja mempunyai karakteristik yang unik, sehingga ketika berinteraksi dengan mereka perlu menyesuaikannya dengan keunikan yang dimiliki tersebut. Modal awal yang harus dimiliki oleh orang tua/guru dalam menghadapi remaja adalah:

Sabtu, 22 Januari 2011

Karakteristik Remaja

Seringkali orang tua mengeluhkan perubahan sikap anak-anaknya ketika menginjak remaja. Mengapa anak saya ketika berusia 12th yang dulunya percaya diri, banyak bertanya dan suka curhat tentang apa saja yang dialaminya, tiba-tiba tidak banyak bicara, suka bohong, kucing-kucingan, ada apa dengan mereka? Kalau dicermati remaja mulai bermasalah ketika: